EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BERBAGAI MEDIA AIR DALAM OVITRAP (PERANGKAP NYAMUK) TERHADAP JUMLAH TELUR Aedes sp YANG TERPERANGKAP (STUDI LITERATUR)

Novita Sekarwati, Susi Damayanti

Abstract


Latar Belakang: Hingga saat ini nyamuk Aedes sp betina masih menjadi vektor utama dalam penyebaran penyakit DBD. Umumnya nyamuk Aedes sp menyukai air bersih sebagai tempat perkembangbiakannya. Sehingga metode pengendalian nyamuk Aedes sp dengan menggunakan ovitrap (perangkap nyamuk) dianggap efektif karena media yang digunakan yaitu berupa air bersih.

Tujuan: Menganalisa hasil penelitian terkait efektivitas berbagai media air dalam ovitrap (perangkap nyamuk) terhadap jumlah telur Aedes sp yang terperangkap.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik studi literature.

Hasil: Berdasarkan hasil analisa jurnal-jurnal penelitian terkait efektivitas berbagai media air yang digunakan dalam ovitrap terhadap jumlah telur Aedes sp yang terperangkap, maka diperoleh hasil total rata-rata telur nyamuk Aedes sp yang terperangkap pada masing-masing media yaitu pada media air hujan 81,75 butir, air sumur 72,83 butir, air mineral 96 butir, air rendaman jerami 105,916 butir, air rendaman eceng gondok 46,33 butir, dan air lindi 35 butir. Adanya perbedaan keefektivitasan berbagai media air dalam mempengaruhi nyamuk Aedes sp untuk meletakkan telur-telurnya.

Kesimpulan: Dari hasil analisa terkait efektivitas berbagai media air terhadap telur nyamuk Aedes sp yang terperangkap dapat disimpulkan bahwa air rendaman jerami yang lebih efektif dalam menarik nyamuk Aedes sp untuk meletakkan telur-telurnya, sedangkan media yang kurang efektif yaitu air lindi.

 

 


Keywords


media air; ovitrap; Aedes sp.

Full Text:

PDF

References


Kemenkes RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017. Sekjen Kemenkes 2018: Jakarta.

Candra, A. (2010). Demam Berdarah Dengue Epidemiologi Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Semarang: UNDIP.

Agustin, I, dkk. (2017). Perilaku Bertelur dan Siklus Hidup Aedes aegypti pada Berbagai Media Air. Jurnal Biologi. 6(4): 71-81. Tersedia di https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/biologi/article/view/19610/18601.

Rati, G, dkk. (2016). Perbandingan Efektivitas Berbagai Media Ovitrap Terhadap Jumlah Telur Aedes aegypti yang Terperangkap di Kelurahan Jati Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalan. 5(2): 385-390. Tersedia di http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/download/527/432.

Arfan, I dan Eti Rohani. (2020). Perbedaan Ovitrap Ember Plastik Atraktan Rendaman Jerami, Sabut Kelapa, Air Hujan, Terhadap Jumlah Telur Nyamuk Aedes sp. Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa. 7(1): 30-39. Tersedia di http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php/JKMK/ article/view/2032.

Marwadi dan Rika Busra. (2019). Studi Perbandingan Jenis Sumber Air Terhadap Daya Tarik Nyamuk Aedes aegypti Untuk Bertelur. Jurnal Serambi Engineering. 4: 593-602. doi: 10.32672/jse.v4i2.1444. Tersedia di http://ojs.serambimekkah.ac.id/index.php/jse/article/download/1444/1146.

Wurisastuti, T. (2013). Perilaku Bertelur Nyamuk Aedes aegypti pada Media Air Tercemar. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia. 2(1): 22-32. Tersedia di https://media.neliti.com/media/publications/75463-ID-perilaku-bertelur-nyamuk-aedes-aegypti-p.pdf.

Wardhani, dkk. (2015). Studi Tingkat Keasaman Air Hujan Berdasarkan Kandungan Gas CO2, SO2, dan NO2 di Udara (Studi Kasus Balai Pengamatan Dirgantara Pontianak). Jurnal Prisma Fisika. III(01): 09-14. Tersedia di http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpfu/article/view/9183.

Wahidah, A, dkk. (2016). Efektivitas Jenis Atraktan yang Digunakan Dalam Ovitrap Sebagai Alternatif Pengendalian Vektor DBD di Kelurahan Bulusan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 4(1): 106-115. Tersedia di http://eprints.undip.ac.id/47669/1/5504.pdf.

Pramurditya, dkk. (2016). Efektivitas Beberapa Jenis Atraktan Dalam Menangkap Telur Nyamuk Aedes sp di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Jurnal Buletin Keslingmas. 36(3): 244-254. doi: 10.31983/keslingmas.v36i3.2998. Tersedia di http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/keslingmas/article/ view/2998.

Ariani, P.L dan I Nengah Suka Widana. (2016). Pengaruh Air Jerami Pada Ovitrap Terhadap Jumlah Telur Nyamuk Demam Berdarah (Aedes aegypti) yang terperangkap. Jurnal Emasains. V(1): 8-12. Tersedia di https://ojs.ikippgribali.ac.id/index.php/ emasains/article/view/13.

Dimas, dkk. (2017). Pemanfaatan Air Lindi TPA Jatibarang Sebagai Media Alternatif Kultivasi Mikroalga untuk Perolehan Lipid. Jurnal Teknik Lingkungan. 6(1): 1-15. Tersedia di htpps://media.neliti.com/media/ publications/140686-ID-none.pdf.

Wahyunigsih. (2012). Mengenal Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Dengue 1st ed. Semarang, Indonesia: Undip Press.

Hidayah W.N, dkk. (2013). Preferensi Bertelur Nyamuk Aedes aegypti L. berdasarkan Jarak Penempatan Ovitrap Bermedia Air Domestik Terhadap Ovitrap Bermedia Air Rendaman Jerami. Jurnal Biologi. 2(4): 25-34. Tersedia di https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/biologi/article/view/ 19000.




Copyright (c) 2021 MIKKI (Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia)

View My Stats