Pengaruh program diabetes self-management education terhadap tingkat kecemasan penderita diabetes melitus tipe 2 di Dusun Sinduadi Wilayah Kerja Puskesmas Mlati I

Anida Anida, Novi Istanti, Muryani Muryani

Abstract


Latar belakang : Diabetes mellitus merupakan sekelompok gangguan metabolic yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia karena kegagalan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes Mellitus tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi akut maupun kronis. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan masalah psikologis pada penderitanya. Kecemasan pada penderita diabetes mellitus dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang komplikasi yang mengiringi perjalanan penyakitnya, dan riwayat paparan pengetahuan tentang diabetes mellitus. Diabetes self-managemen teducation (DSME) adalah proses berkelanjutan untuk memfasilitasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang diperlukan untuk perawatan diri prediabetes dan penderita diabetes.

Tujuan : Penelitian ini mempunyai untuk mengetahui Pengaruh program Diabetes Self management Education terhadap tingkat kecemasan penderita Diabetes Melitus Tipe 2.

Metode : Penelitian ini adalah penelitian quasy experiment. Desain yang digunakan dalam penelitian ini pretest dan post test without control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Tahap analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate. Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik responden dan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis bivariat bertujuan untuk menjelaskan pengaruh DSME terhadap tingkat kecemasan. Analisis data yang akan digunakan Uji analisis yang digunakan untuk melihat perbedaan pengaruh DSME terhadap tingkat kecemasan adalah t test.

Hasil : Hail penelitian ini  menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak antara 56 – 65 tahun sebanyak 40 %, jenis kelamin responden  terbanyak adalah perempuan sebanyak 60%, responden paling banyak mempunyai status menikah  sebanyak 73,3  %,  pekerjaan responden paling banyak adalah tidak bekerja  sebanyak 60 %, responden paling banyak memiliki tingkat pendidikan SMA atau sederajat sebanyak 46,7 %, lama menderita responden  terbanyak lebih dari 5 tahun sebanyak 66,67%.  

Tingkat kecemasan sebelum perlakuan responden dengan tingkat kecemasan sedang 80 % dan setelah perlakuan tingkat kecemasa sedang menurun 60 %. Tidak ada pengaruh DSME terhadap tingkat kecemasan penderita diabetes melitus tipe 2 di Desa Sinduadi. Dengan nilai p > 0,05.


Keywords


Diabetes Mellitus; Diabetes Self – Management Education; tingkat kecemasan

Full Text:

PDF

References


American Diabetes Association."Diagnosis and classification of diabetes mellitus. "Diabetes care 33. Supplement 1 (2010) :S62-S69.[serial daring] diakses melalui https://bit.ly/39oXxKZ [16 November 2020]

World Health Organization. (2016). Global Report on Diabetes.France: World Health Organization. http://www.who.int/diabetes/global-report/en/. [Sitasi : 2Februari 2021].

Khan, M.A., Hashim, M.J.,King, J.K., Govender,R.D., Mustafa, H., & Kaabi,J.A.(2019). Epidemiology of Type 2 Diabetes – Global Burden of Disease and Forecasted Trends. Atlantis Press,107.[serial daring]diakses melalui https://bit.ly/39u7V4a[16 November 2020]

Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di

Indonesia. (2019). Dikutip dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI): https://bit.ly/37mXtsm[16 November 2020]

Kusniawati. (2011). ANALISIS FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP SELF CARE DIABETES PADA KLIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM TANGERANG. Universitas Indonesia, 3. [serial daring] diakses melalui https://bit.ly/36n8FpH[04 November 2020]

Zainudin, M., Utomo, W. DanHerlina. (2015). Hubungan StresDengan Kualitas Hidup PenderitaDiabetes Mellitus Tipe 2. JOMVol. 2(1) hal(890-898)

Falco, Gemma et al. (2015). The Relationship between Stress and Diabetes Melitus. Journal Neurology and Psychology. Vol 3 (1) p (1-7)

Jauhari. Dukungan Sosial DanKecemasan Pada Pasien DiabetesMellitus. 2017 Desember; Vol.7.

Nindyasari, D. N. (2010). PerbedaanTingkat Kecemasan padaPenderita Diabetes Melitus (DM)Tipe I dengan Diabetes MelitusTipe II. Universitas Sebelas Maret: Fakultas Kedokteran

Haas, L, Marynuik, M., Beck, J., Cox, C. E., Duker, P., Edwards, L,. Youssef, G. (2012). National Standards for Diabetes Self - Management Education and Support. Diabetes Care, 2394.[serial daring] diakses melalui https://bit.ly/2JvyJpr[04 November 2020]

Rahayu,E., Kamaluddin, R., & Sumarwati, M. (2014). Pengaruh Program Diabetes Self Management Education Berbasis Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Puskesmas II Baturraden. Jurnal Keperawatan Soedirman,165.[serial daring] diakses melalui https://bit.ly/3qeqIq8[04 November 2020]

Putra,I.W., & Berawi,K.N. (2015). Empat Pilar Penatalaksanaan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Majority, 8.[serial daring] diakses melalui https://bit.ly/3mzlZg8[07 November 2010]

Rahmawati., Tahlil, Teuku & Syahrul. (2016). Pengaruh Program Diabetes SelfManagement Education Terhadap Manajemen Diri Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2, Jurnal Ilmu Keperawatan. 4:1. Diakses melalui http://jurnal.unsyiah.ac.id/JIK/article/view/6320/5204

Padila. (2013). Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.

Fatimah,R.N. (2019). Diabetes mellitus tipe2. Jurnal Majority, 4 (5). [serial daring] diakses melalui https://bit.ly/33LeBY3[24 November 2020]

Carpenito, Linda Juall. (2009). Diagnosa keperawatan aplikasi pada praktek klinik Edisi 8. Jakarta: EGC




DOI: https://doi.org/10.47317/mikki.v11i2.489

Copyright (c) 2022 Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia

View My Stats