ANALISIS POSITIVE DEVIANCE: POLA MAKAN REMAJA PUTRI YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA DI SMP NEGERI I BANGUNTAPAN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL

Ika Mustika Dewi, Prastiwi Putri Basuki, Siti Uswatun Chasanah

Abstract


Latar Belakang: Dampak anemia pada remaja putri yaitu pertumbuhan terhambat, mudah
terinfeksi, sebagai calon ibu akan menjadi calon ibu yang berisiko tinggi untuk kehamilan
dan melahirkan.
Tujuan: Untuk menganalisis pola makan dan kejadian anemia pada remaja putri di SMP
Negeri I Banguntapan Kabupaten Bantul, seta menganalisis perilaku makan positif remaja
putri yang tidak anemia.
Metode: Penelitian deskriptif analitik menggunakan rancangan cross sectional yang
dilakukan di SMP Negeri I Banguntapan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul
dengan jumlah sampel 120 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel
bebas adalah pola makan, yaitu konsumsi zat enhancer dan zat inhibitor zat besi, seta
variabel terikat adalah kejadian anemia. Analisis statistik menggunakan chi-square dan
dilakukan wawancara untuk mengetahui perilaku makan positip remaja putri yang tidak
anemia
Hasil: Sebagian besar responden (85%) jarang mengkonsumsi zat enhancer dan zat
inhibitor zat besi. Sebagian besar responden (86,7%) siswi SMP Negeri I Banguntapan
tidak anemia dengan rata-rata kadar hemoglobin 14,39 g/dL Tidak ada hubungan antar
konsumsi zat enhancer dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri I
Banguntapan Bantul (p=0,461). Tidak ada hubungan antar konsumsi zat inhibitor dengan
kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri I Banguntapan Bantul (p=0,126).
Kebiasan positif responden yang tidak anemia adalah mempunyai kebiasaan
sarapan pagi, konsumsi protein hewani, konsumsi sayur dan buah zat enhancer zat besi.
Kesimpulan: konsumsi zat enhancer dan zat inhbitor zat besi tidak berhubungan dengan
kejadian anemia pada remaja putri. Hal tersebut didukung karena kebiasaan sarapan pagi,
konsumsi sayur dan buah tinggi vitamin C, serta konsumsi protein hewani


Keywords


anemia, konsumsi zat enhancer, zat inhibitor, kebiasaan makan positif

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.47317/jkm.v13i1.238

Statistik Pengunjung