HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG SEKS PRA NIKAH

Fauzul Husna, Nurul Ariningtyas

Abstract


Latar belakang: Hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2012 menunjukkan 1% remaja perempuan dan 8% remaja laki-laki mengaku pernah melakukan hubunganseksual  pranikah.Data riset kesehatan dasar tahun 2013, sebanyak 2,6% usia perkawinan pertama berada pada kelompokusia kurang dari 15 tahun. Kehamilan padan usia remaja (15-19 tahun) sebesar 1,97%. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan informasi dari siswi dalam dua tahun terakhir terdapat 2-3 siswi yang keluar karena hamil.

Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang seks pranikah Metode:Penelitian deskriptif  analitik. Populasi penelitian 138 siswi, teknik pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling sehingga diperoleh  sampel 58 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner tertutup, teknik analisa data menggunakan Chi square.

Hasil: Pengetahuan baik sebanyak 14 siswi (24,1%), pengetahuan cukup sebanyak 30 siswi (51.7%),pengetahuan kurang sebanyak 14 siswi (24,1%), sedangkan siswi yang bersikap mendukung/positif sebanyak 19 siswi (32,8%), yang bersikap tidak mendukung/negatif sebanyak 39 siswi (67,2%).

Kesimpulan: Tingkat pengetahuan mempengaruhi sikap remaja tentang seks pra nikah


Keywords


Pengetahuan;Sikap;Remaja;Seks pra nikah

Full Text:

PDF

References


Agustino Hutri, dkk (2007)., Hubungan Perilaku seks bebas dan aborsi Mahasiswa Univesitas Swasta di Malang 2007. Skripsi. Univesitas Malang.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik, Jakarta: RinekaCipta.

Azinar. M “Perilaku seksual pranikah berisiko terhadap kehamilan yang tidak diingingkan”. Kemas (2013) 153-160.

Azwar, S. 2009. ”Sikap Manusia teori dan pengukurannya”. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Bungin, B. 2008. ”Erotika Media Massa”. Surakarta : Muhammadiyah University Press.

Chyntia, A. 2008. ”Pendidikan Seks”.http://www.scribd.com/doc/14823326 /Pendidikan seks. Diakses pada tanggal 30 Mei 2017.

Darmasih R. 2009“Faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah pada remaja di sma surakarta”. Surskarta.

Hidayat, A. 2007. “Metode Penelitian kebidanan dan Teknik Analisis Data”. Jakarta : Salemba Medika.

Kumasri,I. 2012. “kesehatan reproduksi utuk mahasiswa kebidanan dan keperawatan”. Yogyakarta.

Ismahyudi,R. 2017.”Hubungan pengetahuan dngan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi di SMA 2 negeri Samarinda”Jurnal Ilmiah Sehat Bebaya Vol.1 No. 1.

Machfoedz.I. 2015. “Biostatistika”. Yogyakarta: fitramaya.

Machfoedz, I. 2016.”Metodologi Penelitian Kuantitatif & kualitatif”. Yogyakarta :Fitramaya.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rhineka Cipta.

Notoatmodjo. 2007. ”Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku”. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmojo. (2012) metodologi penelitian kesehatan, Jakarta RenikaCipta.

Nursalam. (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: pendekatanpraktis, Jakarta: Salemba Medika.

Sa’abah, M.U. 2007. ”Perilaku seks Menyimpang dan Seksualitas Kontemporer Umat Islam”. Yogyakarta: UII Press.

Sarwono, S.W. 2010. ”Psikologi Remaja”. Jakarta :PT Raja Grafindo Persada.

Saryono. (2013). Metodologi penelitian, kuantitatif dan kualitatif dalam bidang kesehatan. Yogyakarta: Nuhamedika.

Soetjiningsih. 2007. ”Tumbuh Kembang Remaja dan

Permasalahannya”. Jakarta: CV Sagung Seto.

Sugiyono.(2011).Statistik untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.

Widyastuti,Rahmawati dan Purnamaningrum. 2009. Kesehatan reproduksi remaja. Yogyakarta: Fitramaya.

Walgito B, (2008). Psikologi Sosial (SuatuPengantar). Yogyakarta : Andri Offset.

Yuni K.”Perilaku Seks Pranikah Remaja”Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7, No. 4, November 2012.

Yuni R, ‘’Perilaku Seks Pranikah Remaja’’ Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7, No. 4, November 2012.




Statistik Pengunjung